ISI Gelar Swarnadwipa International Photo Festival 2026, Angkat “Threads of Identity”
- Rabu, 26-08-2026
PADANG PANJANG, KOMINFO — Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang kembali mengukuhkan perannya sebagai ruang pertemuan seni lintas negara melalui penyelenggaraan Swarnadwipa International Photo Festival (SIPF) 2026.
Festival fotografi internasional yang mengusung tema “Threads of Identity” itu resmi dibuka Rektor ISI Dr. Febri Yulika, S.Ag., M.Hum. di Gedung Hoerodjah Adam, Rabu (26/8/2026).
Festival yang digelar Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) tersebut berlangsung hingga 28 Agustus 2026. Kegiatan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kejaksaan Negeri Padang Panjang, perwakilan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Padang Panjang, sivitas akademika, seniman lintas negara, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Febri Yulika mengatakan, penyelenggaraan SIPF 2026 merupakan komitmen perguruan tinggi seni untuk memberikan ruang bagi kreativitas, apresiasi, dan pertukaran gagasan di bidang fotografi.
Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menjadi ajang menampilkan karya fotografi, tetapi juga mempertemukan fotografer, seniman, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat untuk saling berbagi perspektif serta memaknai berbagai persoalan kehidupan melalui bahasa visual.
“SIPF diharapkan mampu menjadi wadah yang memperkenalkan kekayaan budaya dan karakter Sumatera Barat melalui karya fotografi. Keindahan alam, kehidupan sosial, tradisi, budaya, serta dinamika masyarakat dapat menjadi sumber inspirasi yang memiliki nilai artistik sekaligus dokumenter,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Hendri Arnis yang diwakili Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Rini Salmirawati menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya SIPF. Menurutnya, festival tersebut bukan sekadar ajang berkumpulnya fotografer dan seniman dari berbagai negara, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya.
“Kami bangga Kota Padang Panjang, melalui keberadaan ISI mampu secara konsisten menjadi episentrum gerakan seni visual di tingkat internasional. Tema Threads of Identity sangat relevan dengan komitmen kita dalam merajut keberagaman budaya, melestarikan memori kolektif bangsa, serta mempromosikan kearifan lokal Minangkabau ke panggung global melalui lensa fotografi,” katanya.
Pemerintah Kota, lanjutnya, berharap festival yang digelar secara berkala tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi edukasi maupun ekonomi. Kehadiran seniman, akademisi, dan peserta dari berbagai daerah dan negara diharapkan turut menggerakkan sektor UMKM, perhotelan, serta memperkenalkan potensi wisata sejarah dan budaya Kota Padang Panjang.
Melalui rangkaian pameran internasional, seminar, workshop, hingga kompetisi fotografi on the spot, generasi muda juga diharapkan dapat memperluas wawasan dan menyerap pengetahuan dari para praktisi fotografi.
Selain menampilkan karya-karya fotografi, SIPF 2026 menjadi ruang untuk memperluas jejaring dan membangun kolaborasi antara fotografer serta pelaku seni dari berbagai latar belakang. Pertukaran gagasan yang terjadi diharapkan dapat melahirkan perspektif baru dalam perkembangan seni fotografi.
Melalui Swarnadwipa International Photo Festival 2026, FSRD ISI Padang Panjang kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu pusat pengembangan seni dan kreativitas, sekaligus membuka ruang bagi karya-karya fotografi untuk merekam, menafsirkan, dan menyuarakan berbagai wajah kehidupan melalui kekuatan visual. (cigus)
