UCLG ASPAC Sampaikan Diseminasi Pembelajaran dan Hasil Program Localise SDGs
- Kamis, 24-06-2021
PADANG PANJANG, KOMINFO – Wali kota diwakili Kepala Bidang Pemerintahan Setdako, Drs. Reflis, M.TP mengikuti Conference Localise SDGs secara zoom meeting di Ruangan VIP Balaikota, Kamis (24/6).
Kegiatan yang digelar merupakan program dari Uni Eropa yang dilaksanakan United Cities Local Goverments Asia Pasific (UCLG ASPAC) bersama Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dengan melibatkan asosiasi lainnya, seperti Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (Adeksi), dan Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi).
Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Dr. Bernadia Irawati Tjandradewi mengatakan, program ini dimulai di tahun 2018. Localise SDGs telah berhasil melaksanakan program pengembangan kapasitas di lebih dari 30 pemerintah provinsi, kabupaten/kota di Indonesia melalui pelatihan nasional dan lokal, diskusi daring, matchmaking events, dan coaching clinic.
“Leadership, Ownership, and Capacities for Agenda 2030 Local Implementation and Stakeholders Empowerment atau disingkat Localise SDGs, jelas Bernadia, adalah program yang bertujuan memperkuat kapasitas pemerintah daerah serta asosiasinya dalam melaksanakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) di 16 provinsi dan 14 kota di Indonesia,” jelasnya.
Hasil percapaian program tersebut, katanya, seperti “Buku Saku Peran Pemerintah Daerah dan Asosiasi Pemerintah Daerah dalam Menghadapi Dampak Covid-19 dan Mencapai TPB”, “Buku Saku Peran DPRD dalam Menghadapi Dampak Covid-19 dan Mencapai TPB”, “Modul Pelatihan Pelokalan TPB dan Kerja Sama Internasional untuk Pemerintah Daerah dan Asosiasi Pemerintah Daerah”, “Instrumen Monitoring dan Evaluasi untuk TPB”.
Selain itu ada pula laporan hasil riset mengenai “Penyesuaian Anggaran dan Refocussing Program yang Efektif (serta Pendanaan Alternatif)”, “Pemulihan Ekonomi untuk Sektor Pariwisata”, “Penanganan Dampak Sosial dari Pandemi”, “Sinkronisasi Data yang Berkualitas untuk Jaring Pengaman Sosial dan Kebijakan Penyadartahuan yang Efektif bagi Masyarakat dalam masa Pandemi Covid-19”, serta “Kompilasi Praktik Baik Pemerintah Daerah di Indonesia untuk Bangkit Lebih Baik dan Kuat dalam Masa Transisi Adaptasi Kebiasaan Baru” dan lain sebagainya. (cici)
