Ketika Fatmawati tak Perlu Gengsi
- Sabtu, 23-01-2021
CICI AMRALISA - KOMINFO
GENGSI tak pernah terlintas dalam benak Fatmawati (19) saat melayani pembeli yang mampir ke kedai kecil miliknya. Di usia yang terbilang masih muda, seharusnya Fatmawati menikmati bangku kuliah seperti remaja lainnya.
Usai menamatkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas, dia tidak berniat untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Yang dipikirkannya, bagaimana bisa membuka usaha dengan menghasilkan uang sendiri.
Warga Aia Angek ini, mencoba peruntungan di Kota Padang Panjang. Di tengah keramaian pasar, Fatma mencoba keberuntungannya berjualan jajanan bagi anak sekolahan. Di gerobak yang berukuran 3 x 2 meter yang ngetem di Terminal Mikrolet Pasar Pusat Padang Panjang inilah Fatma meraut rupiah demi rupiah dengan berjualan pisang keju, mie goreng, nugget, sosis, cireng, ikan kriuk, otak-otak dan lainnya.
"Seharinya, Fat biasa menghasilkan uang sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Mulai dari jam 08.00 pagi, hingga habis Shalat Isya," ceritanya kepada Kominfo, Sabtu (23/1).
Pikirannya, di usia masih muda dirinya mampu merintis usaha dari bawah. Mampu menghasilkan uang dari keringat sendiri. Fatma tidak malu maupun gengsi meski hanya berjualan di gerobak. Yang penting baginya, hasil keringat sendiri. (*)
