Bunda Literasi Dorong Ibu Lansia Produktif, Ubah Kreativitas Jadi Peluang Usaha
- Rabu, 14-10-2026
PADANG PANJANG, KOMINFO — Usia lanjut bukan penghalang untuk terus berkarya dan mandiri. Melalui penguatan literasi produktif, para ibu lansia didorong mengembangkan keterampilan, mengolah ide kreatif menjadi peluang usaha, serta berkontribusi bagi kesejahteraan keluarga.
Pesan tersebut disampaikan Bunda Literasi Kota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri saat memberikan materi bertajuk “Ibu Literat, Keluarga Berdaya: Mengubah Ide Kreatif Menjadi Cuan” dalam kunjungan Sekolah Lansia ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Padang Panjang, Rabu (14/10/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Audio Visual DPK.
Dalam pemaparannya, Maria mengajak para peserta menjadikan literasi sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri, kreatif, dan produktif. Menurutnya, literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kecakapan mengolah informasi, mengembangkan gagasan, serta memanfaatkan peluang di lingkungan sekitar.
“Ibu lansia bisa menghasilkan melalui kegiatan ringan yang tidak rumit, seperti menjahit, merajut, dan kegiatan lainnya. Pemko bisa memberikan pelatihan untuk ibu lansia. Jika memang berminat, akan kita upayakan. Teruslah berbuat meskipun kita tidak mendapatkan penghargaan,” ujarnya.
Ia menilai keterampilan dan pengalaman yang dimiliki para ibu lansia merupakan potensi berharga yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif, bahkan peluang usaha dari rumah. Dengan memanfaatkan bahan sederhana dan kreativitas, para ibu dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi sekaligus menjalani masa lansia dengan kegiatan yang bermanfaat.
Maria juga mendorong para peserta untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Salah satunya dengan mengenal cara sederhana memasarkan hasil karya serta memanfaatkan teknologi digital sesuai kemampuan masing-masing.
Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan DPK Yeni Hernida menyampaikan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat para ibu lansia agar tetap aktif dan berkarya. Usia, katanya, bukanlah penghalang untuk mengembangkan diri, meningkatkan kemandirian, dan mengambil peran dalam keluarga maupun masyarakat.
Kunjungan ke DPK juga menjadi kesempatan bagi peserta Sekolah Lansia untuk mengenal lebih dekat sumber-sumber pengetahuan serta memahami peran perpustakaan sebagai ruang belajar sepanjang hayat.
Selain itu, Yeni turut memberikan materi bertema “Lansia Sehat, Ceria, dan Aktif”. Materi tersebut diharapkan dapat mendorong para peserta menjaga semangat, menjalani aktivitas yang bermanfaat, serta terus mengembangkan potensi diri.
“Kita berharap melalui kegiatan ini lahir semangat baru bagi para ibu lansia untuk terus produktif, percaya diri, dan berdaya. Sebab, ketika ibu terus belajar dan mengembangkan potensi diri, keluarga pun semakin kuat dan masyarakat semakin sejahtera,” tutupnya. (cigus)
