Hadiri Rang Solok Baralek Gadang 2026, Wako Hendri Arnis Dukung Pelestarian Budaya Minangkabau
- Sabtu, 10-10-2026
SOLOK, KOMINFO — Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis menghadiri pembukaan event Rang Solok Baralek Gadang 2026 di Lapangan Merdeka, Kota Solok, Sabtu (10/10/2026). Festival bertema “Sawah Dijago, Budaya Dipusako” ini menjadi upaya melestarikan tradisi Minangkabau sekaligus mendorong pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Wako Hendri menekankan pentingnya menjaga tradisi dan budaya Minangkabau agar tetap lestari serta dikenal oleh generasi muda.
“Kegiatan seperti Rang Solok Baralek Gadang perlu terus didukung karena menjadi wadah untuk melestarikan budaya, memperkuat kebersamaan masyarakat, serta mendorong kemajuan pariwisata dan ekonomi daerah,” ujar Hendri.
Festival ini menghadirkan beragam kegiatan yang memperkenalkan kekayaan tradisi Minangkabau kepada masyarakat luas, mulai dari pawai budaya, permainan anak nagari, bakawua, prosesi ka sawah, silek tuo, seni pertunjukan, peragaan busana, hingga kegiatan membatik bagi generasi milenial.
Penyelenggaraannya juga melibatkan berbagai unsur masyarakat, di antaranya niniak mamak, bundo kanduang, rang mudo, dan puti bungsu. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan adat dan budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman.
Pembukaan festival turut dihadiri Anggota DPD RI asal Sumatera Barat Irman Gusman, serta Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat Yozarwadi.
Dalam sambutannya, Irman Gusman mendorong Pemerintah Kota Solok untuk terus mengembangkan festival tersebut sebagai agenda tahunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Festival ini wajib dilaksanakan setiap tahun karena penuh makna. Perhelatan ini bukan hanya menghadirkan pertunjukan, tetapi juga menghidupkan kembali hubungan antara sawah, tradisi, masyarakat, dan generasi penerus,” sebutnya.
Sementara itu, Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra, menyampaikan, Rang Solok Baralek Gadang 2026 kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk kelima kalinya.
Menurutnya, penyelenggaraan festival diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, mendorong perkembangan UMKM, serta memberikan dampak ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ramadhani juga menjelaskan, pelaksanaan kegiatan yang semula dijadwalkan pada 2 Oktober 2026 ditunda sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana galodo di kawasan Arosuka. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan masukan dari tokoh adat dan tokoh masyarakat.
Melalui Rang Solok Baralek Gadang 2026, Pemerintah berharap pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata dan penguatan ekonomi masyarakat. Sinergi antara Pemerintah, pemangku adat, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan terus terjalin untuk menjaga kekayaan budaya Minangkabau sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata daerah. (angga/iman)
