Pendirian Koperasi Syarikat Islam Buka Peluang Petani Gambir Tembus Pasar Ekspor
- Sabtu, 20-06-2026
PADANG PANJANG, KOMINFO – Pendirian Koperasi Syarikat Islam yang berfokus pada pemberdayaan petani gambir dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus membuka peluang lebih luas bagi komoditas unggulan daerah menembus pasar ekspor.
Melalui koperasi, petani diharapkan memperoleh akses yang lebih baik terhadap pembiayaan, peningkatan nilai tambah produk, penguatan kelembagaan usaha, hingga perluasan jaringan pemasaran secara berkelanjutan.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Syarikat Islam Sumatera Barat Tahun 2026 yang mengusung tema "Pendirian Koperasi Syarikat Islam dalam Memberdayakan Petani Gambir dan Ekspor Gambir ke Luar Negeri", di Hall Lantai III Balai Kota Padang Panjang, Sabtu (20/6/2026).
Rakerwil dihadiri Ketua Harian Syarikat Islam Sumatera Barat, Kombes Pol (Purn.) Mukhlis Mansyur, S.I.K., serta Wali Kota Padang Panjang yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako, I Putu Venda.
Dalam sambutannya, Venda menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Wilayah Syarikat Islam Sumatera Barat yang telah mempercayakan Kota Padang Panjang sebagai tuan rumah penyelenggaraan Rakerwil.
Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini karena menempatkan koperasi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat yang bertumpu pada potensi daerah.
Ia menjelaskan, gagasan pendirian Koperasi Syarikat Islam juga sejalan dengan Program Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tengah digalakkan pemerintah.
"Koperasi bukan sekadar badan usaha, tetapi menjadi sarana pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah produk, memperluas akses pembiayaan, serta membuka jaringan pemasaran yang lebih luas," ujarnya.
Venda menilai, inisiatif membentuk koperasi yang berfokus pada petani gambir merupakan langkah strategis untuk memperkuat rantai nilai komoditas tersebut. Dengan kelembagaan yang kuat, petani diharapkan memiliki posisi tawar yang lebih baik sehingga mampu menembus pasar ekspor secara lebih kompetitif.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Padang Panjang menyambut baik setiap upaya yang mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Menurutnya, sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Venda berharap Rakerwil tidak hanya menghasilkan program kerja organisasi, tetapi juga melahirkan langkah-langkah konkret yang dapat menjawab tantangan zaman dan memberikan manfaat langsung bagi petani gambir maupun masyarakat luas.
"Semoga forum ini melahirkan gagasan yang konstruktif, keputusan yang bijaksana, serta semangat kebersamaan dalam membangun ekonomi umat yang lebih mandiri dan berdaya saing," tutupnya. (harris)
