Bermain Bola Di Lapangan Kantin, Kenangan Masa Kecil Tak Terlupakan
- Minggu, 05-07-2020
Padang Panjang, Kominfo - Salah satu kegiatan wajib anak kecil entah di kampung ataupun di kota, adalah bermain bola. Jika anak-anak kecil zaman old (zaman dahulu) bisa bebas leluasa bermain sepak bola di tanah lapang, anak zaman now (zaman sekarang) mungkin tak seberuntung itu.
Masa kecil seringkali menjadi kenangan yang paling indah dan menyenangkan bagi banyak orang. Masa dimana kita masih bermain dan bersenang-senang bersama teman-teman tanpa memikirkan apa yang akan terjadi pada hari esok. Segala kejadian pada masa kecil biasanya akan berpengaruh pada proses pendewasaan dan akan menjadi kenangan yang tidak terlupakan.
Salah satu permainan yang paling sering dimainkan oleh sebagian besar anak-anak, adalah sepak bola. Biasanya, sepak bola bisa dilakukan dimana saja dengan berbagai alat seadanya. Tidak peduli hujan ataupun panas. Bahkan berbagai aturan tidak terlalu dipedulikan. Hal sederhana dan kebebasan itulah yang membuat kenangan masa kecil terasa sangat manis dan terngiang-ngiang.
Di Kota Padang Panjang, salah satu lokasi lapangan bola yang dari dahulu sampai saat ini masih ramai dikunjungi oleh anak - anak di kala waktu senggang atau weekend (akhir minggu), seperti saat ini adalah lapangan kantin.
Letaknya yang strategis berada di pusat Kota Padang Panjang. Dengan pemandangan yang apik membuat kita semakin bersemangat menghabiskan waktu bermain main di kawasan tersebut.
Sore itu suatu ketika dulu, terlihat anak - anak dan orang dewasa mulai beraktifitas setelah azan ashar di lapangan milik Kodim 03/07 tersebut. Ada yang membawa layangan, membeli jajanan lewat, atau sekadar oper-operan bola dan pemanasan sebelum benar-benar bermain.
Tidak ada pula batas akhir kapan harus selesai bermainbitu. Hanya ada dua penanda akhir pertandingan: pertama, karena sudah capek, kedua berkumandangnya azan maghrib. Ketika pulang penuh ceria dan gelak tawa.
Begitu indah masa kecil yang pernah dilewati dahulu. Namun, kini semuanya telah berlalu dan saat yang tersisa hanya kenangannya saja. Bak pepatah: "Sekarang kau mampu membeli 50 biji bola. Tapi tidak dengan kenangannya." Karena kenangan memang tidak bisa dibeli dengan apapun. (Release Kominfo/Ki)
