Hadirkan Suasana Lebaran di Rumah, Pedagang Ketupat Tetap Produksi Dimasa Pandemi
- Sabtu, 23-05-2020
Padang Panjang, Kominfo-- Kota Padang Panjang adalah Kota Destinasi Kuliner. Sebutan itu telah melekat di sejumlah Pecinta Kuliner Minang.
Salah satu yang masih bertahan puluhan tahun adalah Pedagang Ketupat di Kebun Sikolos. Usaha pembuatan ketupat ini telah dimulai dari beberapa generasi. Lebih dari 50 tahun, pedagang ketupat yang berada di dekat rel kereta api Kebun Sikolos ini, menemani kuliner yang ada di Padang Panjang.
Arnita (56) mengatakan usaha ketupat ini telah ia pelajari sejak masih kecil, usaha ini adalah usaha turun temurun dari keluarga.
Sedikit cerita, biasanya pedagang yang menjual sarapan pagi membeli ketupat di tempatnya. Setiap hari Arnita menerima ratusan pesanan ketupat yang dibeli pedagang lain.
Namun pada masa pandemi ini, semua berubah. Melihat sulitnya ekonomi dan banyak pedagang tidak berjualan, membuat pelanggan Arnita pun menghilang.
"Biasanya menjelang lebaran, kami memperoleh banyak orderan, tapi tidak untuk tahun ini", ucapnya saat berbincang dengan Kru Kominfo Padang Panjang, Jum'at (22/5).
Kalau untuk sekarang, ketupat dibuat sesuai pesanan saja. Sebab kalau di buat banyak, takutnya akan terbuang sia-sia.
Ditambahkannya, ketupat memiliki harga bervariasi mulai 1500 hingga 2000 rupiah per bijinya, sesuai permintaan pembeli.
Walaupun keadaan seperti sekarang, saya ikhlas dan percaya bahwa Allah tidak akan menguji hamba diluar kemampuannya.
"Semoga wabah ini cepat berlalu, agar kita semua bisa beraktivitas seperti biasa, dan saya sekeluarga juga bisa kembali mengembangkan usaha", tutupnya sembari menganyam daun kelapa.
