Lestarikan Pakaian Identitas Perempuan Minangkabau, Diniyyah Puteri Grand Opening “Sabiekah”
- Jumat, 15-04-2022
PADANG PANJANG, KOMINFO -- Menjadi pakaian khas perempuan di Minangkabau yang melegenda, "Sabiekah" House of Basiba di bawah naungan Diniyyah Pilar Usaha menggelar Grand Opening di Aula Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang, Sabtu (16/4).
Grand Opening Sabiekah dibuka Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, Hj. Harneli Mahyeldi. Ia mengatakan, baju kurung basiba patut dilestarikan baik itu di Minangkabau, nasional maupun internasional.
"Baju kurung basiba ini patut kita lestarikan, karena sesuai dengan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Juga benar-benar sesuai dengan syariat Islam, yang mana berpakaian itu harus longgar dengan tidak menampakkan lekuk tubuh," ujarnya.
Baju kurung basiba juga sudah menjadi pakaian sehari-hari di Perguruan Diniyyah Puteri yang sudah ikut melestarikan warisan dari Minangkabau. Di mana baju kurung basiba sudah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda di Sumbar.
Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Warisan Budaya dan Bahasa Minangkabau Dinas Budaya Provinsi Sumbar, Aprimas, M.Pd. Ia menjelaskan, Baju Kurung Basiba menjadi domain keterampilan dan kemahiran kerajinan tradisional, sebagai Warisan Budaya Takbenda.
"Sebagai menjadi Warisan Budaya Takbenda di Sumbar, Baju Kurung Basiba ini perlu selanjutnya dilestarikan, bukan hanya untuk sekadar ditetapkan. Seperti contoh Diniyyah Puteri yang menerapkan pemakaian Baju Kurung Basiba untuk harian dan Sabiekah yang menjual berbagai macam Baju Kurung Basiba ini," tuturnya.
Salah satu yang sudah dilakukan Pemprov Sumbar dalam melestarikan Baju Kurung Basiba adalah menetapkan setiap karyawan dan karyawati di lingkungan pemerintah kota/kabupaten, BUMN dan BUMD untuk memakai pakaian tradisional. Perempuan memakai Baju Kurung Basiba dan laki-laki memakai pakaian Taluak Balango dan sarung dilingkarkan ke leher.
Ketua TP-PKK Kota Padang Panjang, dr. Dian Puspita Fadly Amran, Sp.JP dalam sambutannya menyampaikan apresiasi untuk Perguruan Diniyyah Puteri yang terus melestarikan pemakaian Baju Kurung Basiba.
“Kita lihat Diniyyah Puteri ini kesehariannya selalu memakai Baju Kurung Basiba. Ini patut kita apresiasi karena sudah melestarikan pakaian identitas perempuan Minangkabau,” ungkap Doker Dian.
Sementara itu, Sabiekah merupakan produsen Baju Kurung Basiba yang digagas di Kota Padang Panjang dan juga merupakan seragam di lingkungan Diniyyah Puteri selama 99 tahun ini.
“Ini merupakan salah satu upaya kita dalam melestarikan ciri khas Minangkabau. Mudah-mudahan Baju Kurung Basiba menjadi alternatif anak muda di era milenial. Tidak hanya digunakan ibu-ibu saja, namun juga semua perempuan yang ada di Sumbar,” ungkap Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri, Fauziah Fauzan El Muhammady, SE, Akt, M.Si.
Ikut hadir dalam acara ini, anggota DPD RI, Hj. Emma Yohana, Bundo Kanduang Sumbar, Prof. Dr. Ir. Puti Reno Raudha Thaib, M.P, Ketua GOW, Nova Era Yhanty Asrul beserta pengurus, Ketua KAN Bukit Surungan, Datuak Bagindo Marajo, Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd Dekan Fakultas Teknik Industri Bung Hatta Padang, pimpinan BUMN/BUMD, Ketua DWP, Sri Hidayani Sonny, Ketua Persatuan istri-istri DPRD, Misnovia Mardiansyah, kepala OPD, alumni IKD Pusat, serta undangan lainnya.(shintia)
