Zaman Serba Online, Compact Disc Masih Laris Manis
- Selasa, 15-02-2022
YULI GUSLINDA - KOMINFO
Hampir separuh warga Padang Panjang memiliki kenangan yang tidak terlupakan dengan lorong sempit di Jalan Abdul Muis. Tak jauh dari RM Delima, masih beroperasi Toko Kaset Candra yang menjual CD, VCD, DVD dan MP3.
Berjalan menyusuri lorong tersebut dari pintu masuk arah pasar, sudah terdengar alunan lagu-lagu lawas yang diputar penjual compact disc (CD) tersebut. Kadang juga diputar dendang saluang yang disukai para ornag tua.
Toko kecil berukuran tak seberapa itu, pernah viral dan jaya dimasanya. Dulu banyak kaset dalam bentuk cakram padat yang bergelantungan di plafon tokonya. Walaupun kecil, tapi CD yang dijual ditoko ini tergolong lengkap.
Candra (65) pemilik toko itu, akan jarang bisa ditemui akhir-akhir ini. Karena ia sedang sakit dan disuruh istirahat total oleh dokter. Namun tokonya tetap beroperasi. Ia memberikan kepercayaan kepada Feri Edison (33) untuk melanjutkan usaha yang sudah lama dirintisnya.
Untuk CD yang disediakan di sini, hanya VCD, DVD, dan MP3 khusus lagu saja. Untuk film, ia tidak menjualnya.
Feri mengaku, sebelum toko ini diserahkan kepadanya, banyak CD yang bergelantungan dan susunannya memang kurang rapi. Maklum si pemilik toko, sudah tua dan tidak sanggup untuk membersihkannya.
Saat toko sudah di tangan Feri, ia langsung membersihkannya dan menata kembali beserta dagangan lain yang menjadi usaha Feri sebelumnya.
"Si Bapak mau memberikan toko ini ke saya kalau saya mau melanjutkan jualannya. Mau tidak mau, karena saya butuh toko, saya jualkan dagangan bapak ini. Sekalian saya melanjutkan usaha kecil-kecilan saya sebagai tempat service HP dan menjual pulsa," ceritanya.
Setelah enam bulan Feri berjualan di sana, ia sempat kaget. Ternyata di zaman yang sudah berteknologi canggih begini, saat lagu bisa didengar secara online atau diunduh di internet, masih ada orang yang membeli CD lagu di sini. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa bahkan orang tua. Kebanyakan orang-orang yang berumur 45 tahun ke atas yang sering membeli CD di sini.
"Ternyata dugaan saya selama ini salah. Saya kira ini tidak akan laku, tapi ternyata masih banyak yang membeli. Terutama sopir angkot, mereka membeli DVD untuk angkotnya. VCD juga kadang-kadang dicari orang-orang, tergantung lagu yang dicari mereka," katanya.
Melihat masih adanya peminat CD ini, Feri akan terus melanjutkan usaha ini. Lantaran dari segi pendapatan masih bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Terlebih di hari pasar, Senin dan Jumat, banyak warga yang belanja kemari.
"Insyaa Allah, apabila masih seperti ini yang membeli CD, kami akan lanjutkan perjuangan Pak Candra ini. Sayang sekali ditutup, karena sudah 35 tahun ia merintis. Masa disia-siakan," ucapnya. (*)
