Hipertensi Mereda, Edi Busti Langsung Ikut Vaksinasi
- Kamis, 04-11-2021
RIFKI MAHENDRA -- KOMINFO
BAGI sebagian orang mungkin masih ada sedikit keraguan untuk ikut vaksinasi Covid-19, terutama pada kalangan lanjut usia (lansia).
Tapi tidak halnya dengan Edi Busti (65), warga RT 13, Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Padang Panjang Timur ini.
Kondisi fisik yang menurun lantaran faktor usia, tidak mengurungkan niatnya untuk tetap sehat dimasa pandemi Covid-19. Dengan tubuh lemah dan kaki yang sedikit sakit, ia tetap antusias mengikuti program Gebyar Vaksin yang digelar Pemerintah Kota Padang Panjang di Koramil pada Rabu (3/11) kemarin.
Kepada kominfo, Kakek Edi bercerita keberanian dirinya untuk disuntikkan vaksin lantaran tidak ingin tertular dan menularkan Covid-19 kepada saudara-saudaranya pun teman-teman sebayanya.
“Awalnya, tepat pada tiga bulan lalu, saya ingin sekali divaksin. Namun gagal lantaran disebabkan mengidap hipertensi (tensi tinggi). Tensi saya saat itu sempat di atas 200,” ceritanya.
Sambil bersandar pada tembok putih di Koramil lantaran juga mengalami sakit di kaki sebelah kanannya itu, Edi melanjutkan ceritanya kepada awak Kominfo yang menyambanginya usai divaksin saat itu.
“Setelah mendapatkan informasi bahwa tensi saya di atas 200, saya dianjurkan untuk berobat ke puskesmas. Setelah rutin meminum obat yang diberikan dalam kurun waktu sebulan, saya kembali melakukan pengecekan untuk divaksin. Ternyata hasilnya masih masih sama, yaitu belum bisa,” ujarnya sambil tersenyum.
Perjuangan Edi untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dosis pertamanya, tidak berhenti di situ saja. Sejak saat itu, ia terus rutin mengonsumsi obat yang diberikan hingga akhirnya tensinya kembali normal dan bisa mendapatkan suntikan vaksin dosis pertamanya.
“Setelah menunggu tiga bulan, kini Alhamdulillah saya bisa mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama,” tuturnya.
Usai divaksin, kakek 65 tahun ini mengungkapkan, tak ada efek samping mengkhawatirkan yang dirasakannya. "Rasanya biasa-biasa saja, tak ada meriang. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan yang terasa dari tubuh saya," ungkapnya.
Edi berpesan kepada masyarakat, khususnya kepada lansia-lansia lain yang masih ragu untuk divaksin, agar memberanikan diri untuk vaksinasi. “Minimal menjaga kesehatan untuk kita sendiri. Jangan sampai kita menjadi penular bagi sanak saudara yang lain. Mari segera kita vaksinasi demi kesehatan serta kenyamanan semua,” ajaknya.
Terakhir dengan penuh semangat, Edi mengutip slogan, ”tidak keren kalau belum divaksin." (*)
