Kerja Halal Syahril untuk Keluarga
- Jumat, 15-01-2021
CICI AMRALISA -- KOMINFO
PERAWAKANNYA kekar. Beban yang dipanggulnya jauh lebih besar. Namun pria itu, anteng saja mengangkat beban tersebut keluar masuk pasar.
Namanya Syahril. Usianya tergolong muda. Sudah 29 tahun, katanya. Sosoknya bisa dijumpai di pasar sayur Bukit Surungan. Setiap hari balai, Kamis dan Minggu, dia wara-wiri di pasar. Dengan beban karung dan berkoli sayur-mayur dipanggulnya di punggung, di bahu, bahkan di kepala.
Berangkat di pagi buta, hingga pulang malam harinya, Syahril mampu mengumpulkan pendapatan sebanyak Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu per harinya. Hanya dengan mengangkut berbagai macam sayuran, seperti kol, wortel, terong, selada dan lainnya.
"Uang sebanyak itu, saya dapat jika mengangkat sayuran kurang lebih tiga mobil Colt Diesel. Tiap mobil, biasanya saya terima upah sebesar Rp 200 ribu bahkan lebih," ceritanya kepada Kominfo.
Di usia yang terbilang masih muda, Syahril tentu bisa mendapatkan pekerjaan yang baik. Namun dengan hanya berbekal tamat Sekolah Dasar (SD), sulit baginya mendapatkan pekerjaan yang layak. Kendati begitu, menjadi kuli angkat, tidaklah membuatnya merasa minder. Baginya, asal itu halal, apa salahnya.
"Selagi itu halal, mengapa harus minder dan malu. Yang penting kebutuhan anak dan istri sehari-hari bisa tercukupi," ujarnya.
Selain menjadi kuli panggul, warga Nagari Singgalang ini, juga berkebun. Itu dilakoninya di luar hari balai yang cuma dua kali sepekan. Dengan berkebun, dia dan keluarga bisa tetap makan. Untuk kebutuhan lainnya, upah buruh angkat yang dijalaninya, cukup buat memenuhinya.
“Semuanya saya jalani dengan rasa syukur. Selagi masih sanggup bekerja, saya akan kerjakan,” tuturnya. (*)
