Rasa Mimpi, Nadia Sekolah Lagi
- Senin, 11-01-2021
YULI GUSLINDA -- KOMINFO
PEMBELAJARAN tatap muka (PTM) dimulai. Segala perlengkapan; buku, pensil, pena dan alat-alat tulis lainnya, serta --yang terpenting-- masker, sejak tadi malam telah disiapkan Nadia Syahrani untuk ke sekolah.
Jam 05.15 WIB, dia sudah terbangun dari tidurnya. Seperti mimpi di pagi hari, kalau dirinya akan berangkat ke sekolah lagi. Akan bertemu dengan guru serta teman-teman seperjuangannya.
Dengan semagat dan senyum yang indah, Nadia siap-siap berangkat ke sekolah. Membawa bekal. Tidak lupa berpamitan dengan orang tuanya yang saat itu juga akan pergi ke sawah.
Sesampai di gerbang sekolah, ia turun dari motor dan langsung berlari menuju pos satpam sekolah. Di situ dia melakukan pengukuran suhu tubuh, dan mencuci tangan sebelum masuk gerbang sekolah.
Dengan langkah 45, Nadia berjalan di lorong sekolah sambil menghela nafas dan berkata, "Alhamdulillah akhirnya bisa kembali sekolah lagi. Bertemu dengan guru dan teman-teman."
Setibanya di depan pintu kelas 8.1, Nadia histeris saat melihat teman-temannya. "Ya Allah.., lah ampia sataun ndak sobok. Biasony videocall se wak rami-raminyo."
"Akhirnya belajar tatap muka juga. Belajar sama guru bareng teman-teman semua. Biasanya belajar sendiri di rumah. Banyak kendala yang Nadia hadapi," kata Nadia kepada Kominfo saat ditemui di sekolahnya, SMPN 5, Senin (11/1).
Bagi Nadia yang hanya seorang anak petani, belajar daring itu sangat menjadi kendala baginya. Dikarenakan untuk membeli HP, ditambah lagi paket setiap minggu, sangat susah.
Belum lagi kendala jaringan yang kadang hilang, kadang bagus, menjadi masalah yang menyebalkan bagi Nadia. Berbeda jikalau belajar di sekolah. Dia langsung terima pembelajaran dari guru. Diterangkan sejelas-jelasnya. Apa yang tidak dipahami, bisa langsung ditanyakan.
"Belajar lebih efektif dan kondusif jika di sekolah. Rindu sama guru dan teman-teman pun juga terobati," tutupnya. (*)
