“Perih Swab tak Seperih Menahan Rindu”
- Rabu, 06-01-2021
ALAT yang menyerupai “cotton bud” panjang itu, dimasukkan ke rongga hidung dan tenggorokan. Perih bahkan menyisakan rasa sakit yang membuat tak nyaman. Begitulah yang dirasakan Delfi Zulma (43), guru SMPN 5 Padang Panjang saat melakukan test swab.
Test swab bersama yang dilakukan Pemko kepada seluruh guru untuk persiapan pembelajaran tatap muka (PTM), mengharuskan Zulma mengikutinya. Itu dikarenakan harapan besar yang diingini Zulma, segera dilakukan PTM di sekolah.
Mungkin bukan cuma Zulma yang mengharapkan PBM tatap muka ini dilakukan kembali. Semenjak pandemi Covid-19 muncul, semua pembelajaran tatap muka ditiadakan. Digantikan dengan belajar daring (dalam jaringan/online-red). Hal ini menimbulkan rasa khawatir bagi Zulma. Karena dia tahu, pembelajaran daring itu tidak akan seefektif tatap muka.
Selain tidak efektifnya PBM daring ini, Zulma juga merasa kewalahan mengontrol kegiatan dan membentuk karakter muridnya. Meskipun usaha pembelajaran yang dilakukannya sudah maksimal, perasaan takut selalu menghantuinya. Lantaran ketidakpahaman murid, sama saja kegagalan baginya. Tapi ketakutan dan kekhawatiran itu, tidak sedikit pun mengurangi tanggung jawab Zulma.
Sekarang Zulma sudah bisa tersenyum, karena adanya program swab bagi para guru ini. Itu berarti ada rencana untuk dilakukannya PBM tatap muka. Ketidaknyamanan Zulma, menahan rindu terhadap murid-muridnya dan suasana PBM di sekolah, sedikit mulai terobati.
“Apapun proses yang harus saya jalani, saya siap. Meskipun harus diswab beberapa kali. Karena rasa perih dan sakit saat swab itu, tidak sebanding dengan rasa rindu saya ke anak-anak (muridnya-red). Saya pun bisa kembali melakukan kewajiban saya untuk mengajar anak-anak dan mengawasinya. Yang pasti, (PMT) akan lebih efektif dibanding daring,” ungkap Zulma optimis.
Zulma berharap, hasil swab guru ini, tidak ada yang positif Covid-19, agar bisa diselenggarakannya PMT dalam waktu dekat ini. Rasa terimakasih pun diungkapkannya kepada Pemko yang juga berupaya untuk merencanakan PMT ini.
“Semoga ini, menjadi langkah baru untuk melepas kerinduan yang sudah terpendam lama selama pandemi ini,” ucapnya bahagia. (*)
