Bantuan Permodalan UMKM #BansosTahap5 Harapan Baru untuk Bangkit dari Covid-19
- Senin, 21-12-2020
HARRIS SUYATA -- KOMINFO
RENCANA membeli barang dagangan berupa cabai, bawang putih, bumbu giling, dan kentang, langsung terlintas dalam Pikiran Ayu Rika Sari (35), beberapa saat setelah menerima bantuan permodalan UMKM sebesar Rp. 2.000.000 dari Pemko Padang Panjang, Senin, (21/12), yang disalurkan di Bank Nagari.
Pedagang "barang Mudo" (palawija) itu bersyukur, ada harapan baru, meningkatkan usahanya kembali yang terimbas Covid-19.
"Alhamdulillah bantuan ini sangat besar bagi kami dan sangat bermanfaat untuk modal," ungkap Pedagang di Blok A Lantai I Pasar Pusat Padang Panjang itu.
Ayu yang kesehariannya berjualan bersama sang ibu, Mainar (58), bercerita penurunan omzet saat Covid-19. "Biasanya cabai giling laku terjual 10 kg, saat Corona hanya 3 kg," katanya.
Terkadang, Ayu dan ibunya harus tutup lubang gali lubang memenuhi kebutuhan hidup. "Kami sebelumnya tidak pernah berhutang. Lantaran daya beli berkurang, terpaksa harus berhutang," katanya.
Namun kini warga Kelurahan Kampung Manggis itu bersama 2.100 penerima bantuan modal lainnya, mendapat stimulus baru lewat bantuan UMKM yang satu-satunya di Sumbar, bersumber dari APBD. "Terima kasih perhatian Pemerintah Kota Padang Panjang," ujarnya.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diperdagkop UKM) Arpan, SH menyampaikan, bantuan UMKM tersebut telah melalui verifikasi PSM di kelurahan dan diulang kembali oleh sejumlah OPD. Saat memverifikasi, petugas memastikan surat keterangan domisili dan keterangan usaha.
"Kami barharap bantuan modal usaha ini dapat digunakan sebaik mungkin. Bantuan ini satu-satunya melalui APBD untuk UMKM dengan memanfaatkan Dana Insentif Daerah (DID) lantaran Kota Padang Panjang dianggap tanggap menangani Corona oleh pemerintah pusat," pungkasnya. (*)
